Sudah hampir 72 tahun Indonesia merdeka. Tapi nyatanya masih begitu banyak masalah yang yang pelik. Padahal Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. Gue udah pernah bahas ditulisan ini.
[Baca Juga: 4 Hal yang Bikin Gue Yakin Orang Indonesia itu Luar Biasa]
Salah satunya dilema yang gue amati berdasarkan sudut pandang gue sih ihwal keadilan.
Agak berat sih yang gue bahas kali ini. Tapi sebagai warga negara yang baik yang taat bayar pajak pas lagi ada pemutihan. Rasanya gue harus mengungkapkannya disini. Masih banyak segelintir orang yang menanggapnya sebelah mata. Padahal mereka juga bab dari Indonesia yang dulu juga (mungkin) ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Dimana keadilan itu? #Halah :D
Fiuh! Langsung aja deh. :)
1. Pedagang Kaki Lima
Pedagang Kaki Lima (PKL) yaitu salah satu pola kurang seriusnya pemerintah untuk membuat keadilan. Mereka juga warga negara Indonesia, bung!
Pernah mikir gak lo apa yang gak adil terhadap mereka? Gak tau? Dasar gak peka lo! :D
Begini, coba bayangin apa yang mereka dapatkan jikalau membeli sepatu atau sendal? Ya, pastinya cuma dapet sepasang. Padahal mereka mempunyai 5 kaki. Dimana keadilan dan keseriusan terhadap mereka?
Serius, gak ada rasa adil. Mereka gak sanggup sama dengan yang lainnya. Ya, mereka hanya cuma sanggup sepasang. padahalkan mereka mempunyai 5 kaki yang seharusnya juga menggunakan sepatu atau sendal.
Rasanya kita harus mulai serius dalam memberi peraturan yang dibentuk khusus dengan insan istimewa menyerupai mereka, pedagang kaki lima. :D
2.Buaya
Nah, kemaren gue chatingan sama pemimpin buaya yang yang ada di Indonesia. Mereka bakalan demonstrasi besar-besaran kayak mahasiswa-mahasiswa yang biasa teriak-teriak di jalanan. Para Buaya ini katanya pengen menggugat Indonesia.
Kenapa?
Mereka merasa diperlakukan gak adil menyerupai hewan lain yang hidup serasi di Indonesia. Padahal dulu mereka juga sama-sama berjuang membela tanah air. Tapi, belakang ini mereka malah diperlakukan gak adil.
Buaya yaitu hewan paling setia, alasannya yaitu semasa hidupnya buaya hanya melaksanakan ijab kabul sekali seumur hidup. *Jangan tanya nikahnya kayak mana ya? Hehe
Tapi faktanya kita sebagai insan yang lebih cerdas malah menjudge dengan sebutan Buaya Darat. Perumpamaan untuk laki-laki yang tidak setia dengan pasangan.
Miris sekali, bung!
Buaya itu makhluk setia tapi kita menjudge perumpaan yang menyayat hati para buaya. Gak percaya buaya makhluk setia? Coba aja search google bro.
Fakta lain yang mendukung ini yaitu dalam tradisi ijab kabul sopan santun Betawi.
Apa alasan dan filosofinya Roti Buaya dalam setiap ijab kabul Adat Betawi?
Kan banyak bentuk roti-roti yang lain yang lebih gede, empuk dan menggoda. Misal Roti Macan kemayoran gitu (Klo ada sih :D). The Jak banget dah. haha
Ya, itu dikarenakan Roti Buaya melambangkan Kemapanan dan kesetiaan. Roti yaitu lambang kemapanan, dan Buaya yaitu lambang kesetiaan. BOOM!
Jadi, Buat lo yang masih ngatain buaya darat ke laki-laki yang gak setia. Harusnya lo mulai sadar. Itu perlakuan yang gak adil, alasannya yaitu mereka juga ingin diperlakukan adil dan dihargai layaknya binatang. Selain itu, kita juga menyakiti hati buaya itu. :)
3. Ayam
Setelah buaya menggugat, kini giliran Pasukan Ayam yang siap menggugat dan siap turun ke jalan. Gak kebayang klo Buaya dan Ayam beneran berkolaborasi untuk demo di depan gedung DPR. Lebih rusuh dari bencana 1998. Ngeri uy!
Mereka menggugat dengan alasan tidak diperlakukan adil dan tidak dihargai sebagai unggas yang paling erat dengan manusia. Kita sebagai insan tidak mempunyai hati nurani. Bayangkan, tolong bayangkan!
Mereka (Ayam) mengandung sampai sanggup bertelur itu diperjuangkan dengan sekuat tenaga, bahkan taruhannya nyawa untuk sanggup menghasilkan telur. Etapi sehabis bertelur, telur yang mereka hasilkan pribadi diambil insan untuk dikonsumsi. Mereka rela dan gak mempermasalahkan itu.
Tapi yang gak rela ketika kita goreng dan membuat Telur Mata Sapi. Inilah yang menyayat hati Kaum Ayam. Ibarat lo hamil dan sehabis anak lo lahir, pribadi diambil dan dirubah identitas orisinil n sejarah anak itu. Sakit gak tuh?
Telur Mata Sapi? Hah, nama masakan yang mencirikan kita sebagai insan gak punya hati nurani. Padahal Ayam gak pernah menduakan sama sapi, tapi kenapa itu jadi menyerupai darah daging sapi. Kenapa?
Buat lo yang masih sering buat Telur Mata Sapi. Yuk rubah jadi Telur Mata Ayam, alasannya yaitu memang itu murni darah daging ayam. 100% gue yakin klo Ayam dan Sapi gak pernah selingkuh, apalagi kumpul kebo. *Wadaw, kebo gak usah dilibatin lagi dah. Oke. :)
So, yuk berlaku adil sama Ayam. Mereka juga pengen dihargai, jangan sampe mereka demo. Mengerikan!
* * *
Plis jangan baper, alasannya yaitu nanti kau bakalan laper. Hehe.
Udah usang gak buat postingan sih. Makara apa aja deh, yang penting gak sepi. Hati udah sepi, yo mosok blog juga sepi. Hiks. Sumber https://www.banyolanesia.com/
[Baca Juga: 4 Hal yang Bikin Gue Yakin Orang Indonesia itu Luar Biasa]
Salah satunya dilema yang gue amati berdasarkan sudut pandang gue sih ihwal keadilan.
Agak berat sih yang gue bahas kali ini. Tapi sebagai warga negara yang baik yang taat bayar pajak pas lagi ada pemutihan. Rasanya gue harus mengungkapkannya disini. Masih banyak segelintir orang yang menanggapnya sebelah mata. Padahal mereka juga bab dari Indonesia yang dulu juga (mungkin) ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Dimana keadilan itu? #Halah :D
Fiuh! Langsung aja deh. :)
1. Pedagang Kaki Lima
Pedagang Kaki Lima (PKL) yaitu salah satu pola kurang seriusnya pemerintah untuk membuat keadilan. Mereka juga warga negara Indonesia, bung!
Pernah mikir gak lo apa yang gak adil terhadap mereka? Gak tau? Dasar gak peka lo! :D
Begini, coba bayangin apa yang mereka dapatkan jikalau membeli sepatu atau sendal? Ya, pastinya cuma dapet sepasang. Padahal mereka mempunyai 5 kaki. Dimana keadilan dan keseriusan terhadap mereka?
Serius, gak ada rasa adil. Mereka gak sanggup sama dengan yang lainnya. Ya, mereka hanya cuma sanggup sepasang. padahalkan mereka mempunyai 5 kaki yang seharusnya juga menggunakan sepatu atau sendal.
Rasanya kita harus mulai serius dalam memberi peraturan yang dibentuk khusus dengan insan istimewa menyerupai mereka, pedagang kaki lima. :D
2.Buaya
Nah, kemaren gue chatingan sama pemimpin buaya yang yang ada di Indonesia. Mereka bakalan demonstrasi besar-besaran kayak mahasiswa-mahasiswa yang biasa teriak-teriak di jalanan. Para Buaya ini katanya pengen menggugat Indonesia.
Kenapa?
Mereka merasa diperlakukan gak adil menyerupai hewan lain yang hidup serasi di Indonesia. Padahal dulu mereka juga sama-sama berjuang membela tanah air. Tapi, belakang ini mereka malah diperlakukan gak adil.
Buaya yaitu hewan paling setia, alasannya yaitu semasa hidupnya buaya hanya melaksanakan ijab kabul sekali seumur hidup. *Jangan tanya nikahnya kayak mana ya? Hehe
Tapi faktanya kita sebagai insan yang lebih cerdas malah menjudge dengan sebutan Buaya Darat. Perumpamaan untuk laki-laki yang tidak setia dengan pasangan.
Miris sekali, bung!
Buaya itu makhluk setia tapi kita menjudge perumpaan yang menyayat hati para buaya. Gak percaya buaya makhluk setia? Coba aja search google bro.
Fakta lain yang mendukung ini yaitu dalam tradisi ijab kabul sopan santun Betawi.
Apa alasan dan filosofinya Roti Buaya dalam setiap ijab kabul Adat Betawi?
Kan banyak bentuk roti-roti yang lain yang lebih gede, empuk dan menggoda. Misal Roti Macan kemayoran gitu (Klo ada sih :D). The Jak banget dah. haha
Ya, itu dikarenakan Roti Buaya melambangkan Kemapanan dan kesetiaan. Roti yaitu lambang kemapanan, dan Buaya yaitu lambang kesetiaan. BOOM!
Jadi, Buat lo yang masih ngatain buaya darat ke laki-laki yang gak setia. Harusnya lo mulai sadar. Itu perlakuan yang gak adil, alasannya yaitu mereka juga ingin diperlakukan adil dan dihargai layaknya binatang. Selain itu, kita juga menyakiti hati buaya itu. :)
3. Ayam
Setelah buaya menggugat, kini giliran Pasukan Ayam yang siap menggugat dan siap turun ke jalan. Gak kebayang klo Buaya dan Ayam beneran berkolaborasi untuk demo di depan gedung DPR. Lebih rusuh dari bencana 1998. Ngeri uy!
Mereka menggugat dengan alasan tidak diperlakukan adil dan tidak dihargai sebagai unggas yang paling erat dengan manusia. Kita sebagai insan tidak mempunyai hati nurani. Bayangkan, tolong bayangkan!
Mereka (Ayam) mengandung sampai sanggup bertelur itu diperjuangkan dengan sekuat tenaga, bahkan taruhannya nyawa untuk sanggup menghasilkan telur. Etapi sehabis bertelur, telur yang mereka hasilkan pribadi diambil insan untuk dikonsumsi. Mereka rela dan gak mempermasalahkan itu.
Tapi yang gak rela ketika kita goreng dan membuat Telur Mata Sapi. Inilah yang menyayat hati Kaum Ayam. Ibarat lo hamil dan sehabis anak lo lahir, pribadi diambil dan dirubah identitas orisinil n sejarah anak itu. Sakit gak tuh?
Telur Mata Sapi? Hah, nama masakan yang mencirikan kita sebagai insan gak punya hati nurani. Padahal Ayam gak pernah menduakan sama sapi, tapi kenapa itu jadi menyerupai darah daging sapi. Kenapa?
Buat lo yang masih sering buat Telur Mata Sapi. Yuk rubah jadi Telur Mata Ayam, alasannya yaitu memang itu murni darah daging ayam. 100% gue yakin klo Ayam dan Sapi gak pernah selingkuh, apalagi kumpul kebo. *Wadaw, kebo gak usah dilibatin lagi dah. Oke. :)
So, yuk berlaku adil sama Ayam. Mereka juga pengen dihargai, jangan sampe mereka demo. Mengerikan!
* * *
Plis jangan baper, alasannya yaitu nanti kau bakalan laper. Hehe.
Udah usang gak buat postingan sih. Makara apa aja deh, yang penting gak sepi. Hati udah sepi, yo mosok blog juga sepi. Hiks. Sumber https://www.banyolanesia.com/