-->
Uniknya Tarian Tradisional Masyarakat Kabaena

Uniknya Tarian Tradisional Masyarakat Kabaena

Uniknya tarian Tradisional masyarakat kabaena merupakan kebanggan dan ciri khas dari masyarakat yang menetap didaerah tersebut. Tarian ini berasal dari Sulawesi Tenggara, kota kendari, kabupaten bombana, kecamatan kabaena. 

 Uniknya tarian Tradisional masyarakat kabaena merupakan kebanggan dan ciri khas dari masy Uniknya Tarian Tradisional masyarakat Kabaena

Uniknya Tarian Tradisional masyarakat kabaena

Secara geografis, pulau kabaena merupakan pulau terbesar sehabis pulau Buton dan muna. Dalam sejarah, pulau kabaena ini dulunya pernah berada dibawah kekuasaan kerajaan Buton. Sehingga menciptakan ke-2 pulau ini semakin dekat kekerabatannya. Hal inilah yang menciptakan budaya dan tradisi kecamatan kabaena berkembang, salah satunya yaitu tarian lumense. Tarian ini juga merupakan tarian yang sakral, alasannya tidak sembarangan orang sanggup membawakan tarian ini. Karena sering kali ketika final melaksanakan tarian ini tak jarang para penari kesurupan. 😱😱

Asal undangan dari tarian ini awalnya dilakukan dalam upacara ritual pe-olia yang diambil dari bahasa kawasan setempat. Maksud dari pe-olia ini yaitu ritual penyembahan roh halus yang disebut kowonuano (penguasa negeri). Masyarakat percaya bahwa ritual ini sanggup mengusir roh-roh jahat dan mengatasi segala bencana. Wooww menakutkan yaaa!

Tarian ini biasanya dilakukan untuk menyambut tamu-tamu dan dan pesta-pesta. Namun seiring perkembangan zaman, tarian ini tidak hanya dilakukan untuk menyambut tamu, melainkan juga dijadikan program seni atau kompetisi tarian lumense. Jumlah dalam tarian lumense ini yaitu 12 orang perempuan, 6 orang penari berperan sebagai pria, dan 6 orang lainnya berperan sebagai wanita. 

Pakaian yang dipakai dalam tarian

Adapun busana yang dipakai yaitu menggunakan busana etika kabaena, bagi penari yang memerankan sebagai wanita, pakaian yang dipakai yaitu rok berwarna merah marun dan baju berwarna hitam sedangkan 6 orang lainnya yang berperan sebagai laki-laki pakaiannya sama hanya saja ditambahkan selendang merah, selain itu mereka juga menggunakan atau menggunakan parang. Wah 😮 ekstrim juga yaaa!!

Biasanya, dalam proses tarian ini dipadukan dengan gabungan musik. Adapun alat musik yang dipakai yaitu gong besar dan gendang. Pengiring musik biasanya berjumlah tiga orang sementara, untuk memainkan tarian ini diharapkan pohon pisang sebagai property pendukung tarian.
Adapun gerakannya diawali dengan maju mundur lalu membentuk deretan abjad Z dan lalu bermetamorfosis abjad S. Gerakan yang ditampilkan berupa gerakan yang dinamis atau biasa disebut moomani atau ibing.

Inti atau titik puncak dari tarian ini yaitu penari terus melaksanakan gerakan moomani dan lalu penari menebas pohon pisang sampai tumbang.
Kemudian epilog dari tarian ini yaitu penari membentuk setengah bundar dan sambil bergenggaman tangan dan menggerakkannya naik turun sambil diiringi dengan gerakan kaki maju mundur.

Created By: Azmin Kabaena
Editor By: Azmin Kabaena

Baca juga: mengenal kebudayaan masyarakat kabaena



Baca juga: