Beberapa hari ini gue bener-bener mendapat pelajar yang sangat luar biasa.
Ceritanya, kemaren gue abis terdampar di salah satu desa terpencil. Ya, terpencil... Dengan listrik negara belum ada (Karena masih memakai listrik swadaya, itupun cuma malem aja idupnya) plus jalan masuk jalan darat yang memang cukup ekstrem. Di desa itu gue bareng 2 sahabat gue.
Tapi... Gue gak akan kisah wacana permasalahan desa ataupun ngomongin gue ngapain aja disana. Menurut gue, hal itu gak penting. Hehe :D
Gue mau kisah wacana salah satu anak desa yang berdasarkan gue patut kita teladan semangat juangnya dalam hidup.
Begini, anak desa itu berjulukan Sahrul. *Pastinya bukan Syahrul Gunawan artis. Sahrul anak desa ini tanpa Y dinamanya. Tentunya mereka berbeda... Ehehe :D
Dia terlahir di keluarga sederhana nan romantis. Selain itu, ia terlahir buta. Iya, buta semenjak lahir. Menurut cerita, ia sudah berobat hampir semua rumah sakit di daerahnya. Namun... sama sekali tidak ada perubahan, tutur orang tuanya dengan muka sedih. *Tolong ambilin tisu dong. :)))
Saat ini ia berusia sekitar 26 tahun, angka yang seharusnya sudah bisa menikmati indahnya dunia ini. Namun, ia belum pernah mencicipi keindahan dunia. Hanya kegelapan yang selalu menemani ia selama 26 tahun ini. Namun ia bisa bertahan. Bahkan berdasarkan gue sangat gigih. Dari pengamatan gue, ia sangat berdikari dengan keterbatasannya.
Dari beberapa hari gue tinggal serumah dengannya. Gue ngerasa tersentil olehnya. Disini bakal gue sedikit jabarin satu persatu. Semoga bermanfaat!
Pertama, Ibadahnya rajin
Pertama kali gue kesana, posisi ia masih tidur di depan. Gue kira denger ada tamu ia bakalan nyamperin kita. Taunya ia malah lanjutin tidurnya dan manggil salah satu sahabat gue itu yang memang sepupunya.
Jujur, gue udah berpikir negatif ketika itu. Ada tamu, tapi tetep stay tiduran. Tapi, sesudah gue dapet kisah klo ia buta. Gue pribadi merasa bersalah alasannya ialah udah mikir negatif wacana dia.
Beberapa menit, gue denger bunyi azan ashar. Dengan bergegas si Sahrul ke sungai. Memang posisi rumahnya berhadapan pribadi dengan sungai yang cukup deras. Dia pribadi berwudhu ketika itu juga, tanpa pinjaman siapapun ia berjalan menuju sungai dan kembali pulang. Dia pribadi menunaikan ibadah solat ashar. Gue tersentuh dengan semangat ibadahnya.
Oh iya, selama beberapa hari disana gue tau klo ia selalu sempurna waktu menjalankan ibadah
solat. BOOM!
Gue merasa tersentil ketika itu, gue yang normal aja masih sering menunda solat, bahkan kadang sering bolong-bolong juga solatnya. Dan ia yang mempunyai kekurangan malah lebih taat. Subhanallah. Luar biasa!
Kedua, Pernah Juara Lomba
Karena gue ngerasa salut sama si Sahrul. Gue sering kepo sama dia. Gue liat ada piala gitu di rumahnya. Gue kepoin lah, ternyata ia abis juara lomba nyanyi. Klo gak salah denger, lomba nyanyi sekabupaten deh. Bagi gue, ini hal yang luar biasa. Apalagi ia mempunyai kekurangan.
Malemnya ketika listrik desa dinyalakan. Gue semakin yakin klo memang bunyi Sahrul bener-bener kece. Gue bisa tau ketika ia malem-malem karokean sama keluarganya, tentunya DVD bajakan ala anak desa yang mencari hiburan malam. Hehe...
Suaranya emang kece angin ribut dan lezat didenger. Kayak mantan ngajak balikan gitu, lezat didengerin. :))))
Gue makin salut ama si Sahrul. Dia udah pernah juara, gue aja yang bisa dikatakan normal ibarat belum dewasa lainya. Belum pernah ngerasai juara. Sekali lagi gue salut!
Ketiga, Dia Bisa Berenang
Mungkin bagi lo ini biasa, tapi bagi gue ini luar biasa. Masalahnya, gue gak bisa renang. :(((
Renang ialah salah satu hal yang paling sulit gue lakukan. Dari zaman Sekolah Menengah Pertama gue kenal kolam renang dan sampe kini gue belum bisa. Huft!
Padahal udah belajar, tapi ya gitu. Klo renang udah kayak kambing mandi di sungai aja. Airnya kemana-mana tapi orangnya masih stay aja gak bergerak. Pfttt.. *Gaya watu kecemplung sepiteng :(((
Hebatnya, si Sahrul ini berenang bebas di sungai udah kayak ikan indosiar. Iya, meliuk-liuk dengan lihai. Kembali gue makin kagum sama dia.
Keempat, Punya Daya Ingat yang Luar biasa
Gue bisa berkata itu, alasannya ialah salah satu sahabat yang bersama gue ini ialah saudara sepupunya. Mereka sudah tidak bertemu selama beberapa tahun. Dengan satu kali bicara, Sahrul pribadi paham dengan sahabat gue. Gila! Gue yakin ia punya daya ingat yang luar biasa.
Selain itu, ketika berjalan pun dalam rumah atau didesanya. Dia dengan santai berjalan layaknya orang yang mempunyai penglihatan normal. Gue yakin, klo bukan alasannya ialah inststing dan daya ingat yang luar biasa. Pastinya ia bakalan gampang jatuh. Tapi… ini beda. Dia berjalan layaknya orang yang normal. Sekali lagi luar biasa.
Kelima, Dia Sudah Menikah
Entah kenapa gue pengen masukin ini ke list terakhir. Mungkin salah satu alasannya untuk gue dan lo semua yang belum nikah. Agar segera menikah. Biar ada motivasi gitu. Ehehe..
Terutama buat para jomblo yang takut gak dapet pasangan. Hehe
Tenang, mblo! Pasangan lo masih dijagain sama yang lain. Klo lo udah siap, nanti juga bakalan dateng sendiri. Ya... klo gak dateng berarti lo yang kejer dong. Usaha kaya si Sahrul. :))))
Lanjut ke Sahrul. Dia sudah menikah beberapa tahun yang kemudian dengan wanita normal. *Respek sama wanita ini!
Namun, mungkin takdir berkata lain. Perempuan baik hati itu telah lebih dulu kembali kepangkuan-NYA. Iya meninggalkan dunia yang fana ini, akhir sebuah penyakit. Gue gak tau penyakit apa, sengaja gue gak tanya. Takut melukai hati Sahrul kembali dengan mengingat kenangan kala itu. Ya memang ia terlihat enjoy, tapi gue yakin ia niscaya tetep punya rasa murung klo mengenang masa kemudian bersama istrinya itu.
* * *
Dari pertemuan gue dengan Sahrul, gue semakin yakin akan satu hal. "Tuhan itu Maha Adil"
Iya, dengan kekurangan yang dimilikinya itu. Sahrul bisa mengatakan kelebihan dan potensi terbaiknya. Dimana ada sisi kekurangan niscaya juga ada sisi kelebihan. Tinggal bagaimana kita bersyukur, tetap semangat dan tidak pernah putus asa. Gue jadi keinget lagu dmasiv yang judulnya jangan menyerah. Klo gak salah begini liriknya...
Syukuri apa yang ada
Hidup ialah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tuhan niscaya kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasa-NYA
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa.
Ya, begitulah intinya. Jangan mengalah dan putus asa. Gue yakin "setiap insan itu niscaya mempunyai potensi dalam bidangnya masing-masing". Gue percaya itu.
So... Yuk berjuang untuk mencapai potensi terbaik lo itu. Semangat!
* * *
NB: Semoga mood gue gak naek turun, biasanya si seminggu bertahan mood kayak gini. Nanti balik lagi. Wkwkwk